Pep Guardiola Tak Puas dengan Prestasi City, Kenapa?

Pep Guardiola Tak Puas dengan Prestasi City, Kenapa

Pelatih Manchester City, Pep Guardiola, tak puas dengan prestasi yang ia dapatkan selama dua musim terakhir bersama Manchester City. Bandar Bola Terpercaya mengerti bahwa Guardiola menargetkan lebih banyak lagi gelar juara, terutama gelar Liga Champions.

City saat ini tengah on-the track untuk meraih gelar back-to-back di Liga Premier Inggris musim 2018/19. Meski ini adalah gelar juara kedua berturut-turut Manchester City di Liga Inggris, namun Pep merasa tak terlalu puas. Ia percaya bahwa timnya bisa menjadi lebih baik lagi musim depan.

City yang saat ini duduk di puncak klasemen Liga Inggris dengan 95 poin, terpaut satu poin dari Liverpool yang berada di posisi kedua jelang pertandingan terakhir Liga Premier Inggris musim 2018/19. Jika menang, maka City akan mencatatkan diri sebagai klub Inggris yang meraih treble winners untuk gelar domestik. Suatu prestasi yang belum pernah dicapai sebelumnya oleh tim Inggris. Namun, sayangnya Guardiola belum puas dengan prestasi itu dan menuntut lebih banyak dari pasukannya pada 2019-20 nanti.

Pep yakin musim depan anak asuhnya akan menjadi lebih kuat, dan siap menargetkan diri untuk meraih gelar Liga Champions musim depan. Apalagi dalam dua musim terakhir , City selalu kalah langkah dibandingkan Liverpool di Liga Champions. Musim ini adalah kali kedua berturut-turut Liverpool masuk ke final Liga Champions, sedangkan dalam dua musim terakhir City belum pernah berhasil menembus final.

Di pertandingan terakhir, juara bertahan Manchester City, dijadwalkan akan bertandang ke markas Brighton dan Hove Albion pada hari Minggu, sementara Liverpool menjamu Wolves. Pep sendiri mengaku tak merasa terlalu cemas menjelang pertarungan hari terakhir dengan Brighton. Padahal jika ia kalah dalam pertandingan ini ada kemungkinan City akan kehilangan gelar juara Liga Inggris musim ini.

“Saya sangat gembira. Tidak ada tekanan sama sekali, “kata Pep.

Baik City atau Liverpool akan menghadapi finis sebagai runner-up dengan jumlah poin terbanyak, dan Guardiola mengakui timnya masih memiliki pekerjaan yang harus dilakukan jika mereka ingin menghindari membuat sejarah yang tidak diinginkan. Dan tentu saja, ambisi besar untuk meraih gelar juara Liga Champions.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *